Chapter 10 : Change Control Management (Manajemen Pengendalian Perubahan)
Manajemen
pengendalian perubahan adalah proses yang menjamin pelaksanaan yang efektif dari
perubahan dalam lingkungan TI. Tujuan dari manajemen pengendalian perubahan adalah
untuk meminimalkan kemungkinan gangguan dan perubahan yang tidak disetujui serta
kesalahan.
IT
manajemen pengendalian perubahan adalah salah satu daerah pengendalian yang paling penting
untuk memastikan integritas, ketersediaan, keandalan, keamanan, kerahasiaan,
dan akurasi dari suatu organisasi atau sistem TI yang mendukung organisasi.
Perubahan
organisasi juga patut dipertimbangkan, karena berdampak potensial terhadap
organisasi dan peningkatan hubungan dengan perubahan dalam lingkungan TI.
Pentingnya Sistem Pengendalian
Perubahan
Fokus
utama dari sistem pengendalian perubahan adalah pada pengendalian perubahan yang
dibuat untuk sistem perangkat lunak dalam operasi, seperti sistem operasional
menghasilkan laporan keuangan dan mayoritas perubahan program yang dibuat untuk
menjaga sistem operasional.
Sebuah
sistem IT pengendalian perubahan memastikan bahwa ada pemisahan yang tepat dari
tugas antara yang memulai perubahan, yang menyetujui perubahan, dan yang
mengimplementasikan perubahan menjadi lingkungan produksi.
Proses Manajemen Pengendalian
Perubahan
Daerah
yang paling penting untuk mengandalikan lingkungan pemrosesan informasi adalah
manajemen perubahan sistem yang ada.
Sebuah
proses manajemen pengendalian perubahan yang efektif mengurangi risiko gangguan
layanan TI. Setelah perubahan telah diusulkan, harus dievaluasi untuk risiko dan
dampak.
Proses
manajemen perubahan kontrol harus ditinjau secara berkala untuk mengevaluasi
efektivitas.
Proses
manajemen pengendalian perubahan yang didefinisikan dengan baik, terstruktur
dan diimplementasikan dengan baik dapat menguntungkan organisasi dengan
·Mengurangi
gangguan sistem yang dapat menyebabkan kerugian bisnis
·Meminimalkan
jumlah back out yang disebabkan oleh implementasi perubahan tidak efektif
·Menyediakan
implementasi perubahan yang konsisten bahwa manajemen izin untuk mengalokasikan
staf dan waktu sistem efisien dan bertemu dijadwalkan tanggal pelaksanaan
·Menyediakan
dokumentasi yang akurat dan tepat waktu untuk meminimalkan dampak perubahan terkait
masalah
Sebuah
proses manajemen perubahan kontrol biasanya meliputi berikut ini:
•Formulir
permintaan perubahan
•Penilaian
dampak
•Pengendalian
•Perubahan
darurat
•Perubahan
dokumentasi
•Perubahan
pemeliharaan
•Software
rilis
•Distribusi
perangkat lunak
Prosedur Manajemen Pengendalian Perubahan
Prosedur
perubahan manajemen pengendalian perubahan memastikan bahwa semua anggota
organisasi mengikuti proses yang sama untuk memulai, menyetujui, dan menerapkan
perubahan pada sistem dan aplikasi.
Berikut ini adalah area
yang harus dipertimbangkan ketika mengembangkan prosedur manajemen kontrol
perubahan.
Tujuan
Tujuan potensial untuk prosedur manajemen
kontrol perubahan meliputi:
•Dokumentasikan
alasan perubahan
•Identifikasi
personel yang meminta perubahan
•Menyusun
siapa yang akan melakukan perubahan
•Tetapkan
bagaimana perubahan akan dilakukan
•Menilai
risiko kegagalan dan dampak perubahan
•Dokumentasikan
rencana mundur dan prosedur pencadangan jika diperlukan.
•Bantuan
untuk berkomunikasi dengan mereka yang terkena dampak
perubahan
•Identifikasi
pertimbangan pemulihan bencana
•Identifikasi
konflik antara beberapa perubahan
•Meningkatkan
kesadaran manajemen tentang proses manajemen perubahan
Cakupan
Ruang lingkup untuk prosedur manajemen
kontrol perubahan dapat mencakup:
• Perangkat Keras
• Perangkat lunak sistem operasi
• Contoh basis data
• Perangkat lunak aplikasi
• Alat pihak ketiga
• Telekomunikasi
• Firewall
• Jaringan (mis. Jaringan area lokal,
jaringan area luas, router, server, dll.)
• Lingkungan fasilitas (mis. Catu daya
tak terputus, listrik, dll.)
Dewan atau Komite Manajemen
Pengendalian Perubahan
Dewan
atau komite manajemen pengendalian perubahan adalah entitas yang sama untuk
menangani koordinasi komunikasi perubahan dalam suatu organisasi. Berikut
ini adalah sumber yang mungkin untuk anggota dewan atau komite manajemen
kontrol perubahan:
• Tim
pengembangan / dukungan aplikasi (mis. Keuangan, sumber daya manusia, dll.) yang bisa
memberikan petunjuk
• Operasi pusat
data
• Jaringan
/ telekomunikasi
• Meja bantuan
• Perwakilan
pengguna utama
Individu pada dewan atau komite
manajemen pengendalian perubahan harus dipilih berdasarkan perspektif mendalam
mereka dan pengetahuan luas tentang area yang mereka wakili, serta kesadaran
mereka untuk area fungsional lain yang terlibat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para keputusan dibuat yang objektif sebagai ini perubahan memiliki satu potensi dari yang
mempengaruhi seluruh organisasi.
Kriteria untuk Menyetujui Perubahan
Persetujuan
perubahan dapat didasarkan pada kriteria berikut:
• Kondisi lingkungan produksi
• Level Perubahan
• Efek kumulatif dari semua perubahan
yang diajukan .
• Ketersediaan sumber daya.
• Kekritisan.
Manajemen Perubahan Organisasi
Manajemen perubahan organisasi
berkaitan dengan kemampuan dan metode organisasi untuk mengadopsi, mengelola,
dan beradaptasi terhadap perubahan. Faktor-faktor untuk mengevaluasi
perubahan bervariasi berdasarkan ruang lingkup perubahan (yaitu, perubahan pada
kebiasaan kerja yang bertentangan dengan perubahan pada organisasi itu sendiri.
Organisasi merasa sulit untuk mengubah praktik dan struktur mereka, terutama
jika aplikasi tersebut dianggap bertentangan dengan budaya perusahaan.
Mengelola Perubahan Organisasi
Perubahan budaya dan struktur
harus dikelola melalui siklus hidup. Ini termasuk orang, organisasi, dan
budaya. Budaya yang berbagi nilai dan terbuka untuk perubahan
berkontribusi pada keberhasilan. Untuk memfasilitasi proses perubahan,
pengguna harus dilibatkan dalam desain dan implementasi proses bisnis dan
sistem.
Komunikasi, pendidikan, dan
harapan perlu dikelola di seluruh organisasi. Masukan dari pengguna juga
harus dikelola untuk memastikan bahwa persyaratan, komentar, dan persetujuan
diperoleh. Komunikasi meliputi promosi formal dari perubahan yang
diterapkan serta kemajuan organisasi dengan mengadopsi perubahan tersebut.
Karyawan
juga harus mengetahui ruang lingkup, tujuan, kegiatan, dan pembaruan serta
harapan untuk perubahan di muka.
Keterlibatan Audit
Sebuah
perubahan kontrol Audit atau pemeriksaan akan menentukan apakah sistem
perubahan yang berwenang, diuji, didokumentasikan, dikomunikasikan, dan
dikendalikan. Area-area berikut biasanya mencakup:
•
Otorisasi
•
Pengujian (unit, sistem, dan penerimaan pengguna )
•
Dokumentasi
•
Komunikasi
•
Kontrol
Seperti yang terlihat, manajemen
kontrol perubahan adalah proses yang berdampak pada lingkungan pemrosesan
produksi. Ini termasuk perubahan pada perangkat keras, perangkat lunak
aplikasi, dan jaringan.
Tujuan dari audit manajemen
pengendalian perubahan adalah untuk memastikan bahwa perubahan yang diterapkan
dalam sistem produksi dan aplikasi tidak mempengaruhi sistem, aplikasi, atau
ketersediaan atau integritas data secara merugikan. Untuk itu, auditor perlu
memverifikasi bahwa semua perubahan yang dibuat pada sistem produksi dan
aplikasi telah disahkan dan didokumentasikan dengan tepat.
Puji
dan syukur di panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas segala karunia-Nya
penulis dapat menyelesaikan tugas desain grafis ini. Topik yang dibahas dalam
makalah ini ialah mengenai Animasi dan Desain Grafis dengan Muvizu dan Adobe
PhotoShop
Pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Eel Susilowati
selaku
Dosen Mata kuliah Pengantar Animasi dan Desain Grafis, dan semua pihak yang
telah memberikan saran dan bantuan selama menyelesaikan tugas ini.
Saya
menyadari bahwa masih terdapat banyak kekuranganmenyelesaikan makalah ini baik dari segi
materi maupun penyajiannya, untuk itu saran serta kritikan yang membangun dari
dosen dan rekan-rekan sangat diharapkan guna perbaikan makalahini. Akhir kata penulis berharap semoga
tulisan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.
Jakarta, 25 April 2019
KELOMPOK 1
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Animasi
merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton
merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan. Secara
umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata
penonton.
Desain sendiri merupakan proses pemikiran dan perasaan
yang akan menciptakan sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi
dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia atau Desain grafis juga biasa
diartikan suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya,
guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk.
Dalam desain grafis masalahnya mencakup berbagai bidang
seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses
cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang bahan dan biaya.
Biasanya Desain grafis biasanya diterapkan untuk media-media
statis, seperti buku, majalah, dan brosur tetapi sejalan dengan perkembangan
zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali
disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Tujuan desain grafis selain menciptakan desain atau
perencanaan fungsional estetis, namun juga yang informatif dan komunikatif
dengan masyarakat yang dilengkapi pula dengan pemahaman mengenai psikologi
massa dan teori-teori pemasaran, sehingga karya-karya desain grafis ini bisa
merupakan alat promosi yang ampuh.
Dari sinilah Desain grafis juga seperti jenis desain
lainnya merujuk kepada proses pembuatan, metode merancang, produk yang
dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
1.2 Ruang Lingkup
Makalah ini mejelaskan tentang bagaimana cara membuat Animasi dengan
Muvizu dan Desain dengan Adobe PhotoShop
1.3
Tujuan Penulisan
Tujuan dari makalah ini
adalah untuk memperkenalkan dan memahami Aplikasi
MOVIZU dan Adobe PhotoShop.
Adapun manfaatnya antara
lain :
1.Dapat
memberikan pengetahuan kepada Orang lain tentang Aplikasi Movizu dan Adobe
PhotoShop
2.Dapat membantu orang lain untuk memahami
tentang Desain Grafis Animasi dengan Aplikasi Movizu dan Desain dengan Adobe
PhotoShop.
1.4
Metode Penelitian
Dalam penyusunan makalah ini penulis
menggunakan studi pustaka dengan cara mencari data melalui internet.
1.5
Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang akan disusun
oleh penulis terdiri dari:
BAB I PENDAHULUAN :Pada bab ini akan dibahas latar
belakang yang mendasari penulisan ini, ruang lingkup, tujuan penulisan, metode
penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASANPada bab ini akan dibahas tentang Animasi dan Desain
Grafis.Movizu dan Adobe PhotoShop
BAB
III KESIMPULANPada bab ini
berisi kesimpulan dari makalah ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1Pengertian
Animasi dan Desain Grafis
Animasi berasal dari
bahasa inggris “animate” = menghidupkan, dan menggerakan benda mati. Animasi
merupakan proses membuat objek yang asalnya suatu benda mati secara berurutan
dalam posisi yang berbeda seolah-olah menjadi hidup/ bergerak. Animasi
tersendiri atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film animasi
adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi
gambar yang bergerak, Animasi (Animation) adalah rangkaian proses dimana setiap
fram dari sebuah film diproduksi satu per satu. Animation Character adalah satu
aspek khusus dalam proses pembuatan animasi. Hal ini seperti menciptakan
mahkluk hidup.
Desain Grafis adalah
seni dalam berkomunikasi menggunakan tulisan, ruang, dan gambar. Bidang ini
merupakan bagian dari komunikasi visual. Ilmu desain grafis mencakup seni
visual, tipografi, tata letak, dan desain interaksi. Dalam desain grafis
masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk,
simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan
tentang bahan dan biaya. Biasanya Desain grafis biasanya diterapkan untuk
media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur tetapi sejalan dengan
perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang
sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
2.2Movizu
Movizu merupakan software animasi 3D
gratis yang sangat mudah untuk digunakan. Biasanya, software ini
digunakan oleh animator, pengajar, atau bahkan seorang pendongeng. Muvizu
memang didesain tanpa memerlukan keahlian khusus. Yang menyenangkan, software
membuat film animasi ini bisa digunakan oleh siapa pun, bahkan dengan keahlian
animasi yang belum mumpuni.
Software ini memiliki fitur karakter
sehingga user yang tak bisa menggambar, bisa langsung memilih karakter seperti apa
yang diinginkan di dalam film animasi yang
akan di buat. Tak memiliki ribuan karakter, Muvizu memiliki kostum, alat peraga dan
layar. Jadi, kamu bisa membuat cerita yang diinginkan dengan beberapa setting
di dalamnya. Bahkan di software ini memiliki otomatis lip sync untuk setiap
bahasa dengan render yang sangat cepat.
Melihat banyaknya fitur di atas, tampaknya
software ini menjadi salah satu alternatif belajar jika user ingin menekuni animasi. Ada beberapa standar minimun yang harus dipenuhi
dalam perangkat kamu untuk menghasilkan film yang sempurna, di antaranya.
·OS Windows XP atau yang lebih baru
seperti Win 7 atau 8.
·Prosesor 2,4 GHz
·Graphics card dengan “Shader Model
3”
·2,3 GB ruang hard disks yang masih
kosong untuk penyimpanan file
·Kelengkapan komponen Windows seperti
DirectX 9, .NET framework versi 4 atau lebih tinggi, dan C++ Redistributable
2010 SP1.
2.3Adobe
PhotoShop
Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop,
adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang
dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak
ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga
dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah
gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang
pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut
dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe
Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas
adalah Adobe Photoshop CS4 , versi keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5 , dan
versi yang terakhir (ketigabelas)adalahAdobe Photoshop CS6. Photoshop tersedia
untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi 9 ke atas juga dapat
digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak
tertentu seperti CrossOver (Hog Pictures, 2015).
2.4Desain
Grafis Menggunakan Adobe Photoshop
Langkah pertama yaitu membuat project baru dengan klik new.
Kemudian beri nama dan mengatur ukuran layer untuk desain
tersebut.
Setelah di klik OK
maka tampilan layer akan seperti berikut
Langkah selanjutnya yaitu klik file kemudian pilih Place.
Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini, disini
kita memilih gambar bunga sebagai backgroud.
Kemudian klik place
maka tampilan layer akan menjadi seperti dibawah ini.
Selanjutnya untuk menambahkan gambar lainnya, lakukan
kembali langkah seperti memasukan background tadi dengan mengunakan file, place
Setelah background dimasukan maka tampilannya akan
seperti dibawah ini.
Kemudian untuk menambah tulisan dengan cara klik icon text pada deretan toolbox, kemudian
ketikan tulisan yang kita inginkan, lalu pilih font yang diinginkan.
Selanjutnya memasukan gambar lingkaran seperti dibawah
ini, dan mengatur gambar lingkaran tersebut dibelakang gambar kuda atau
tulisan.
Setelah itu, background kita atur menjadi diatas dari
semua gambar tadi.
Kemudian klik gambar kuda tadi kemudian klik
juga gambar background lalu klik kanan kemudian pilih create clipping Mask
Maka background tersebut akan terbentuk seperti gambar
kuda yang tadi telah dimasukan.
Hasil Dari Adobe Photoshop tersebut seperti
gambar dibawah ini:
2.5 Desain Animasi Menggunakan Muvizu
Hasil animasi yang kami buat dapat dilihat pada video berikut ini :
BAB
III
KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
Menurut saya,
Desain Grafis adalah Suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar
untuk menyampaikan informasi atau pesan se-efektif mungkin. Sedangkan Animasi
adalah Sekumpulan gambar yang bergerak dengan cepat secara terus menerus yang
masing-masing dari gambar tersebut memiliki hubungan satu dengan yang lainnya.
Intinya adalah Animasi dan Desain Grafis memiliki kesatuan yang utuh, karena
dengan teknik Desain Grafis, sebuah Animasi akan terdukung untuk menghasilkan
output yang menarik.
Teknologi yang
berkembang pesat dalam pengaplikasian design grafis memunculkan banyak
aplikasi/software yang di tawarkan untuk memudahkan para user
dalam mendesign sesuatu. Seperti adanya aplikasi MUVIZU dimana kita
dimudahkan dalam membuat animasi dimana kita yang tidak dapat menggambar pun
dapat membuat animasi tersebut.
Adobe photoshop
sangat menyenangkan. kita dapat berkreasi, berimajinasi, berangan sesuai yang
kita inginkan. Selain menyenangkan aplikasi adobe photoshop juga dapat
menghasilkan uang dengan mencetak gambar atau yang lain. Jadi adobe photoshop
sangat menyenangkan dan mengasyikan.
Penulis : Ketut Arlin Aryani, Dewa Gede Hendra
Divayana, I Made Agus Wirawan
ISSN 2089 – 8673 | ISSN 2548-4265 (Online)
Volume 6, Nomor 2, Juli 2017
Latar
Belakang
Pada
bagian ini, penulis menjelaskan secara ringkas latar belakang permasalahan dan
solusi yang dapat dilakukan dalam bentuk teknologi berbasis sistem pakar. Permasalahan
pada hal ini adalah mengenai penyakit jerawat pada masyarakat yang dapat menyebabkan
gangguan psikologis dan pengembangan kepribadian dalam tahap tumbuh kembang
seperti kurang percaya diri, malu hingga harga diri rendah.
Sedikitnya tingkat kesadaran para penderita
jerawat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang penyakit jerawat dan juga
keterbatasan waktu dan biaya untuk konsultasi ke dokter spesialis. Selain itu
juga Keterbatasan dokter/pakar masing-masing bidang menyebabkan masyarakat
kesulitan dalam melakukan konsultasi kesehatan. Melakukan face to face dengan
dokter spesialis memakan banyak waktu karena harus mengantri akibat minimnya ketersediaan
Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah media informasi kepada penderita jerawat
yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai jenis jerawat, tingkat
kelompok jerawat, saran mengatasi penyakit jerawat berdasarkan tingkatannya,
dan informasi umum mengenai penyakit jerawat.dokter spesialis dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Semakin
berkembangnya teknologi yang sangat pesat, hasil dari pemikiran dan pelatihan
pakar dapat diadopsi dengan menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelligence), khususnya sistem pakar.
Tujuan Penulis
Penulis membuat penelitian ini bertujuan untuk
:
(1) Menghasilkan sebuah sistem pakar diagnosis
penyakit jerawat di wajah dengan metode certainty factor.
(2) Mengetahui tingkat akurasi sistem pakar diagnosis
penyakit jerawat di wajah dengan metode certainty factor.
Penelitian ini diharapkan mampu mengatasi
permasalahan jerawat yang dialami oleh masyarakat sehingga dapat menjadi
sebagai langkah pencegahan dini untuk mencegah penyakit jerawat menjadi semakin
meradang. Selain itu, sistem ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosa pasien
dan dapat menyimpan hasil rekam medis pasien sebagai bahan pertimbangan dalam
pemberian treatment selanjutnya.
Metode Penelitian
Dalam pengembangan Sistem pakar ini menggunakan
mesin inferensi forward chaining dan backwardchaining serta
metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah certainty factor.
Metode ini dapat membantu dalam menyatakan nilai kepastian sebuah fakta atau
hipotesis berdasarkan bukti atau penilaian pakar. Pakar yang digunakan dalam pembuatan sistem ini adalah dr. Anak Agung
Ngurah Wandy Mastika. Sistem ini hanya membatasi 6 jenis penyakit jerawat vulgaris
(acne vulgaris) dan 3 tingkat keparahan jerawat (grading sistem
byJames and Tisserand). Sistem ini nantinya akan mengeluarkan output
berupa informasi mengenai tingkatan jerawat berdasarkan jenis penyakit yang
dialami berikut dengan persentase jenis jerawatnya serta solusi penanganan
masalah jerawat berdasarkan tingkatan jerawatnya.
Pembahasan
Pada penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan jerawat pada
masyarakat. Jerawat adalah penyakit yang sangat kompleks dengan unsur pathogenesis
melibatkan cacat pada epidermis keratinisasi, sekresi androgen, fungsi
sebaceous, pertumbuhan bakteri, peradangan, dan imunitas. Jerawat umumnya
terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri.Jerawat ini merupakan salah
satu penyakit kulit yang dapat timbul akibat pengaruh iklim tropis. Lalu penulis
disini juga membahas pengertian dari sistem pakar itu sendiri yaitu suatu
sistem yang berusaha mengadopsi kemampuan pakar ke dalam suatu komputer sehingga
kamputer seolah-olah mampu bekerja seperti layaknya seorang pakar dalam
memecahkan suatu permasalahan dalam domain tertentu berdasarkan basis pengetahuan
dan motor inferensi.
Lalu disini juga penulis membahas tentang pembuatan sistem pakar diagnosis
penyakit jerawat. Namun disini hanya membahas 6 jenis dari penyakit jerawat
saja disertai dengan 3 tingkatannya. Lalu juga disini penulis memaparkan
langkah – langkah diagnosis penyakit jerawat ini dengan baik. Dan untuk implementasi dari
sistem pakar ini dibuat dalam bentuk web yang di desain sangat menarik dan juga
pengelompokan halaman pada web disusun dengan baik. Namun pada bagian
implementasi ini hanya menampilkan informasi gejala – gejala terhadap setiap
jenis penyakit jerawat saja dan tidak memaparkan solusi apa yang harus kita
lakukan dalam menanganinya dan hanya menampilkan perawatan secara umum saja.
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya yaitu penelitian tentang sistem pakar diagnosis
penyakit jerawat ini dibuat dengan metode Certainty Factor (CF) untuk mendapatkan
hasil diagnosis yang sesuai dengan pengetahuan yang dihimpun dari seorang pakar
yaitu dr. Anak Agung Ngurah Wandy Mastika. Sistem pakar ini memiliki 23 gejala
dan mampu mendiagnosis 6 jenis penyakit jerawat di wajah serta 3 tingkat keparahan
jerawat. Sistem
Diagnosis Penyakit Jerawat di Wajah dengan Metode Cetainty Factor. Lalu implementasi dari sistem pakar ini
berbasis web dengan penyusunannya sudah cukup baik namun pada web ini pada saat
memaparkan hasil diagnosis tidak memaparkan solusi yang harus dilakukan dan
hanya memaparkan perawatan secara umum saja.
Saran
Jadi dari kesimpulan diatas, dapat disarankan bagi penulis untuk
menambahkan lebih banyak lagi jenis penyakit jerawat dan juga disertai gejala
yang lebih unik dari masing – masing jenis tersebut untuk menghindari kesalahan
diagnosis dalam sistem pakar. Selain itu juga diharapkan dapat memaparkan
solusi bagi setiap jenis penyakit jerawat tersebut. Dan untuk pembaca juga
diharapkan untuk tetap dapat menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan
pengetahuan yang lebih jelas lagi tentang penyakit jerawat.
Daftar Pustaka
Aryani,
K. A, Divayana, D. G. H.,Wirawan I. M. A.(2017).Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Jerawat di Wajah dengan Metode Certainty
Factor.6.96-106.