0

Summary Buku Information Technology Control and Audit (Chapter 10)

Hasil gambar untuk INFORMATION TECHNOLOGY CONTROL AND AUDIT

Nama : Adenia Adiresta
Kelas : 4KA04
NPM : 10116120
Mata Kuliah : Audit Teknologi Sistem Informasi



Chapter 10 : Change Control Management (Manajemen Pengendalian Perubahan)


  Manajemen pengendalian perubahan adalah proses yang menjamin pelaksanaan yang efektif dari perubahan dalam lingkungan TI. Tujuan dari manajemen pengendalian perubahan adalah untuk meminimalkan kemungkinan gangguan dan perubahan yang tidak disetujui serta kesalahan.
IT manajemen pengendalian perubahan adalah salah satu daerah pengendalian yang paling penting untuk memastikan integritas, ketersediaan, keandalan, keamanan, kerahasiaan, dan akurasi dari suatu organisasi atau sistem TI yang mendukung organisasi.
Perubahan organisasi juga patut dipertimbangkan, karena berdampak potensial terhadap organisasi dan peningkatan hubungan dengan perubahan dalam lingkungan TI.
Pentingnya Sistem Pengendalian Perubahan
Fokus utama dari sistem pengendalian perubahan adalah pada pengendalian perubahan yang dibuat untuk sistem perangkat lunak dalam operasi, seperti sistem operasional menghasilkan laporan keuangan dan mayoritas perubahan program yang dibuat untuk menjaga sistem operasional.
Sebuah sistem IT pengendalian perubahan memastikan bahwa ada pemisahan yang tepat dari tugas antara yang memulai perubahan, yang menyetujui perubahan, dan yang mengimplementasikan perubahan menjadi lingkungan produksi.
Proses Manajemen Pengendalian Perubahan
            Daerah yang paling penting untuk mengandalikan lingkungan pemrosesan informasi adalah manajemen perubahan sistem yang ada.
Sebuah proses manajemen pengendalian perubahan yang efektif mengurangi risiko gangguan layanan TI. Setelah perubahan telah diusulkan, harus dievaluasi untuk risiko dan dampak.
Proses manajemen perubahan kontrol harus ditinjau secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas.
Proses manajemen pengendalian perubahan yang didefinisikan dengan baik, terstruktur dan diimplementasikan dengan baik dapat menguntungkan organisasi dengan
·       Mengurangi gangguan sistem yang dapat menyebabkan kerugian bisnis
·       Meminimalkan jumlah back out yang disebabkan oleh implementasi perubahan tidak efektif
·       Menyediakan implementasi perubahan yang konsisten bahwa manajemen izin untuk mengalokasikan staf dan waktu sistem efisien dan bertemu dijadwalkan tanggal pelaksanaan
·       Menyediakan dokumentasi yang akurat dan tepat waktu untuk meminimalkan dampak perubahan terkait masalah

Sebuah proses manajemen perubahan kontrol biasanya meliputi berikut ini:

• Formulir permintaan perubahan
• Penilaian dampak
• Pengendalian
• Perubahan darurat
• Perubahan dokumentasi
• Perubahan pemeliharaan
• Software rilis
• Distribusi perangkat lunak

Prosedur Manajemen Pengendalian Perubahan
Prosedur perubahan manajemen pengendalian perubahan memastikan bahwa semua anggota organisasi mengikuti proses yang sama untuk memulai, menyetujui, dan menerapkan perubahan pada sistem dan aplikasi. 
        Berikut ini adalah area yang harus dipertimbangkan ketika mengembangkan prosedur manajemen kontrol perubahan.

Tujuan
Tujuan potensial untuk prosedur manajemen kontrol perubahan meliputi:
• Dokumentasikan alasan perubahan
• Identifikasi personel yang meminta perubahan
• Menyusun siapa yang akan melakukan perubahan
• Tetapkan bagaimana perubahan akan dilakukan
• Menilai risiko kegagalan dan dampak perubahan
• Dokumentasikan rencana mundur dan prosedur pencadangan jika diperlukan.
• Bantuan untuk berkomunikasi dengan mereka yang terkena dampak
  perubahan
• Identifikasi pertimbangan pemulihan bencana
• Identifikasi konflik antara beberapa perubahan
• Meningkatkan kesadaran manajemen tentang proses manajemen perubahan
Cakupan
Ruang lingkup untuk prosedur manajemen kontrol perubahan dapat mencakup:
• Perangkat Keras
• Perangkat lunak sistem operasi
• Contoh basis data
• Perangkat lunak aplikasi
• Alat pihak ketiga
• Telekomunikasi
• Firewall
• Jaringan (mis. Jaringan area lokal, jaringan area luas, router, server, dll.)
• Lingkungan fasilitas (mis. Catu daya tak terputus, listrik, dll.)

Dewan atau Komite Manajemen Pengendalian  Perubahan

Dewan atau komite manajemen pengendalian perubahan adalah entitas yang sama untuk menangani koordinasi komunikasi perubahan dalam suatu organisasi. Berikut ini adalah sumber yang mungkin untuk anggota dewan atau komite manajemen kontrol perubahan:

• Tim pengembangan / dukungan aplikasi (mis. Keuangan, sumber daya manusia, dll.) yang bisa memberikan petunjuk 
• Operasi pusat data 
• Jaringan / telekomunikasi 
• Meja bantuan 
• Perwakilan pengguna utama 
               Individu pada dewan atau komite manajemen pengendalian perubahan harus dipilih berdasarkan perspektif mendalam mereka dan pengetahuan luas tentang area yang mereka wakili, serta kesadaran mereka untuk area fungsional lain yang terlibat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para keputusan dibuat yang objektif sebagai ini perubahan memiliki satu potensi dari yang mempengaruhi seluruh organisasi. 
Kriteria untuk Menyetujui Perubahan
Persetujuan perubahan dapat didasarkan pada kriteria berikut:
• Kondisi lingkungan produksi
• Level Perubahan 
• Efek kumulatif dari semua perubahan yang diajukan . 
• Ketersediaan sumber daya. 
• Kekritisan. 
Manajemen Perubahan Organisasi
               Manajemen perubahan organisasi berkaitan dengan kemampuan dan metode organisasi untuk mengadopsi, mengelola, dan beradaptasi terhadap perubahan. Faktor-faktor untuk mengevaluasi perubahan bervariasi berdasarkan ruang lingkup perubahan (yaitu, perubahan pada kebiasaan kerja yang bertentangan dengan perubahan pada organisasi itu sendiri. Organisasi merasa sulit untuk mengubah praktik dan struktur mereka, terutama jika aplikasi tersebut dianggap bertentangan dengan budaya perusahaan.
Mengelola Perubahan Organisasi
               Perubahan budaya dan struktur harus dikelola melalui siklus hidup. Ini termasuk orang, organisasi, dan budaya. Budaya yang berbagi nilai dan terbuka untuk perubahan berkontribusi pada keberhasilan. Untuk memfasilitasi proses perubahan, pengguna harus dilibatkan dalam desain dan implementasi proses bisnis dan sistem. 
               Komunikasi, pendidikan, dan harapan perlu dikelola di seluruh organisasi. Masukan dari pengguna juga harus dikelola untuk memastikan bahwa persyaratan, komentar, dan persetujuan diperoleh. Komunikasi meliputi promosi formal dari perubahan yang diterapkan serta kemajuan organisasi dengan mengadopsi perubahan tersebut.
Karyawan juga harus mengetahui ruang lingkup, tujuan, kegiatan, dan pembaruan serta harapan untuk perubahan di muka.
Keterlibatan Audit
Sebuah perubahan kontrol Audit atau pemeriksaan akan menentukan apakah sistem perubahan yang berwenang, diuji, didokumentasikan, dikomunikasikan, dan dikendalikan. Area-area berikut biasanya mencakup:

• Otorisasi
• Pengujian (unit, sistem, dan penerimaan pengguna )
• Dokumentasi
• Komunikasi
• Kontrol
               Seperti yang terlihat, manajemen kontrol perubahan adalah proses yang berdampak pada lingkungan pemrosesan produksi. Ini termasuk perubahan pada perangkat keras, perangkat lunak aplikasi, dan jaringan.
               Tujuan dari audit manajemen pengendalian perubahan adalah untuk memastikan bahwa perubahan yang diterapkan dalam sistem produksi dan aplikasi tidak mempengaruhi sistem, aplikasi, atau ketersediaan atau integritas data secara merugikan. Untuk itu, auditor perlu memverifikasi bahwa semua perubahan yang dibuat pada sistem produksi dan aplikasi telah disahkan dan didokumentasikan dengan tepat.

0

Softskill (Membuat Animasi dan Desain Grafis)

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur di panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas segala karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas desain grafis ini. Topik yang dibahas dalam makalah ini ialah mengenai Animasi dan Desain Grafis dengan Muvizu dan Adobe PhotoShop
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Eel Susilowati
selaku Dosen Mata kuliah Pengantar Animasi dan Desain Grafis, dan semua pihak yang telah memberikan saran dan bantuan selama menyelesaikan tugas ini.
Saya menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan  menyelesaikan makalah ini baik dari segi materi maupun penyajiannya, untuk itu saran serta kritikan yang membangun dari dosen dan rekan-rekan sangat diharapkan guna perbaikan makalah  ini. Akhir kata penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.
Jakarta, 25 April 2019


                                                                                                                        KELOMPOK 1










BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
       Animasi merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan. Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata penonton.
Desain sendiri merupakan proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia atau Desain grafis juga biasa diartikan suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk.
Dalam desain grafis masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang bahan dan biaya.
Biasanya Desain grafis biasanya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur tetapi sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Tujuan desain grafis selain menciptakan desain atau perencanaan fungsional estetis, namun juga yang informatif dan komunikatif dengan masyarakat yang dilengkapi pula dengan pemahaman mengenai psikologi massa dan teori-teori pemasaran, sehingga karya-karya desain grafis ini bisa merupakan alat promosi yang ampuh.
Dari sinilah Desain grafis juga seperti jenis desain lainnya merujuk kepada proses pembuatan, metode merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
1.2 Ruang Lingkup
       Makalah ini mejelaskan tentang bagaimana cara membuat Animasi dengan Muvizu dan Desain dengan Adobe PhotoShop

1.3 Tujuan Penulisan
       Tujuan dari makalah ini adalah untuk memperkenalkan dan memahami  Aplikasi MOVIZU dan Adobe PhotoShop.
Adapun manfaatnya antara lain :
1.     Dapat memberikan pengetahuan kepada Orang lain tentang Aplikasi Movizu dan Adobe PhotoShop
2.     Dapat membantu orang lain untuk memahami tentang Desain Grafis Animasi dengan Aplikasi Movizu dan Desain dengan Adobe PhotoShop.

1.4 Metode Penelitian
       Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan studi pustaka dengan cara mencari data melalui internet.
1.5 Sistematika Penulisan
       Sistematika penulisan yang akan disusun oleh penulis terdiri dari:
BAB I PENDAHULUAN         :Pada bab ini akan dibahas latar belakang yang mendasari penulisan ini, ruang lingkup, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASAN           Pada bab ini akan dibahas tentang Animasi dan Desain Grafis.Movizu dan Adobe PhotoShop
BAB III KESIMPULAN           Pada bab ini berisi kesimpulan dari makalah ini.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Animasi dan Desain Grafis
Animasi berasal dari bahasa inggris “animate” = menghidupkan, dan menggerakan benda mati. Animasi merupakan proses membuat objek yang asalnya suatu benda mati secara berurutan dalam posisi yang berbeda seolah-olah menjadi hidup/ bergerak. Animasi tersendiri atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film animasi adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak, Animasi (Animation) adalah rangkaian proses dimana setiap fram dari sebuah film diproduksi satu per satu. Animation Character adalah satu aspek khusus dalam proses pembuatan animasi. Hal ini seperti menciptakan mahkluk hidup.
Desain Grafis adalah seni dalam berkomunikasi menggunakan tulisan, ruang, dan gambar. Bidang ini merupakan bagian dari komunikasi visual. Ilmu desain grafis mencakup seni visual, tipografi, tata letak, dan desain interaksi. Dalam desain grafis masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang bahan dan biaya. Biasanya Desain grafis biasanya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur tetapi sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

2.2  Movizu
Movizu merupakan software animasi 3D gratis  yang sangat mudah untuk digunakan. Biasanya, software ini digunakan oleh animator, pengajar, atau bahkan seorang pendongeng. Muvizu memang didesain tanpa memerlukan keahlian khusus. Yang menyenangkan, software membuat film animasi ini bisa digunakan oleh siapa pun, bahkan dengan keahlian animasi yang belum mumpuni.
Software ini memiliki fitur karakter sehingga user yang tak bisa menggambar, bisa langsung memilih karakter seperti apa yang diinginkan  di dalam film animasi yang akan di buat. Tak memiliki ribuan karakter, Muvizu memiliki kostum, alat peraga dan layar. Jadi, kamu bisa membuat cerita yang diinginkan dengan beberapa setting di dalamnya. Bahkan di software ini memiliki otomatis lip sync untuk setiap bahasa dengan render yang sangat cepat.
Melihat banyaknya fitur di atas, tampaknya software ini menjadi salah satu alternatif belajar jika user ingin menekuni animasi. Ada beberapa standar minimun yang harus dipenuhi dalam perangkat kamu untuk menghasilkan film yang sempurna, di antaranya.
·         OS Windows XP atau yang lebih baru seperti Win 7 atau 8.
·         Prosesor 2,4 GHz
·         Graphics card dengan “Shader Model 3”
·         2,3 GB ruang hard disks yang masih kosong untuk penyimpanan file
·         Kelengkapan komponen Windows seperti DirectX 9, .NET framework versi 4 atau lebih tinggi, dan C++ Redistributable 2010 SP1.

2.3  Adobe PhotoShop
Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 , versi keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5 , dan versi yang terakhir (ketigabelas)adalahAdobe Photoshop CS6. Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi 9 ke atas juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak tertentu seperti CrossOver (Hog Pictures, 2015).



2.4  Desain Grafis Menggunakan Adobe Photoshop

Langkah pertama yaitu membuat project baru dengan klik new.


Kemudian beri nama dan mengatur ukuran layer untuk desain tersebut.


Setelah di klik OK maka tampilan layer akan seperti berikut



Langkah selanjutnya yaitu klik file kemudian pilih Place.


Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini, disini kita memilih gambar bunga sebagai backgroud.



Kemudian klik place maka tampilan layer akan menjadi seperti dibawah ini.



Selanjutnya untuk menambahkan gambar lainnya, lakukan kembali langkah seperti memasukan background tadi dengan mengunakan file, place



Setelah background dimasukan maka tampilannya akan seperti dibawah ini.


Kemudian untuk menambah tulisan dengan cara klik icon text pada deretan toolbox, kemudian ketikan tulisan yang kita inginkan, lalu pilih font yang diinginkan.



Selanjutnya memasukan gambar lingkaran seperti dibawah ini, dan mengatur gambar lingkaran tersebut dibelakang gambar kuda atau tulisan.



Setelah itu, background kita atur menjadi diatas dari semua gambar tadi.



Kemudian klik gambar kuda tadi kemudian klik juga gambar background lalu klik kanan kemudian pilih create clipping Mask


Maka background tersebut akan terbentuk seperti gambar kuda yang tadi telah dimasukan.



Hasil Dari Adobe Photoshop tersebut seperti gambar dibawah ini:

 2.5 Desain Animasi Menggunakan Muvizu

Hasil animasi yang kami buat dapat dilihat pada video berikut ini :


BAB III
KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
Menurut saya, Desain Grafis adalah Suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan se-efektif mungkin. Sedangkan Animasi adalah Sekumpulan gambar yang bergerak dengan cepat secara terus menerus yang masing-masing dari gambar tersebut memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. Intinya adalah Animasi dan Desain Grafis memiliki kesatuan yang utuh, karena dengan teknik Desain Grafis, sebuah Animasi akan terdukung untuk menghasilkan output yang menarik.
Teknologi yang berkembang pesat dalam pengaplikasian design grafis memunculkan banyak aplikasi/software yang di tawarkan untuk memudahkan para user dalam  mendesign sesuatu. Seperti adanya aplikasi MUVIZU dimana kita dimudahkan dalam membuat animasi dimana kita yang tidak dapat menggambar pun dapat membuat animasi tersebut.
Adobe photoshop sangat menyenangkan. kita dapat berkreasi, berimajinasi, berangan sesuai yang kita inginkan. Selain menyenangkan aplikasi adobe photoshop juga dapat menghasilkan uang dengan mencetak gambar atau yang lain. Jadi adobe photoshop sangat menyenangkan dan mengasyikan.









REFERENSI



0

Review Jurnal “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Jerawat di Wajah dengan Metode Certainty Factor”



Penulis : Ketut Arlin Aryani, Dewa Gede Hendra Divayana, I Made Agus Wirawan
ISSN 2089 – 8673 | ISSN 2548-4265 (Online)
Volume 6, Nomor 2, Juli 2017



Latar Belakang

Pada bagian ini, penulis menjelaskan secara ringkas latar belakang permasalahan dan solusi yang dapat dilakukan dalam bentuk teknologi berbasis sistem pakar. Permasalahan pada hal ini adalah mengenai penyakit jerawat pada masyarakat yang dapat menyebabkan gangguan psikologis dan pengembangan kepribadian dalam tahap tumbuh kembang seperti kurang percaya diri, malu hingga harga diri rendah.
Sedikitnya tingkat kesadaran para penderita jerawat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang penyakit jerawat dan juga keterbatasan waktu dan biaya untuk konsultasi ke dokter spesialis. Selain itu juga Keterbatasan dokter/pakar masing-masing bidang menyebabkan masyarakat kesulitan dalam melakukan konsultasi kesehatan. Melakukan face to face dengan dokter spesialis memakan banyak waktu karena harus mengantri akibat minimnya ketersediaan Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah media informasi kepada penderita jerawat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai jenis jerawat, tingkat kelompok jerawat, saran mengatasi penyakit jerawat berdasarkan tingkatannya, dan informasi umum mengenai penyakit jerawat. dokter spesialis dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Semakin berkembangnya teknologi yang sangat pesat, hasil dari pemikiran dan pelatihan pakar dapat diadopsi dengan menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), khususnya sistem pakar.

Tujuan Penulis

Penulis membuat penelitian ini bertujuan untuk :

(1) Menghasilkan sebuah sistem pakar diagnosis penyakit jerawat di wajah dengan metode certainty factor.
(2) Mengetahui tingkat akurasi sistem pakar diagnosis penyakit jerawat di wajah dengan metode certainty factor.

Penelitian ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan jerawat yang dialami oleh masyarakat sehingga dapat menjadi sebagai langkah pencegahan dini untuk mencegah penyakit jerawat menjadi semakin meradang. Selain itu, sistem ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosa pasien dan dapat menyimpan hasil rekam medis pasien sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian treatment selanjutnya.

Metode Penelitian

Dalam pengembangan Sistem pakar ini menggunakan mesin inferensi forward chaining dan backward chaining serta metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah certainty factor. Metode ini dapat membantu dalam menyatakan nilai kepastian sebuah fakta atau hipotesis berdasarkan bukti atau penilaian pakar. Pakar yang digunakan dalam pembuatan sistem ini adalah dr. Anak Agung Ngurah Wandy Mastika. Sistem ini hanya membatasi 6 jenis penyakit jerawat vulgaris (acne vulgaris) dan 3 tingkat keparahan jerawat (grading sistem by James and Tisserand). Sistem ini nantinya akan mengeluarkan output berupa informasi mengenai tingkatan jerawat berdasarkan jenis penyakit yang dialami berikut dengan persentase jenis jerawatnya serta solusi penanganan masalah jerawat berdasarkan tingkatan jerawatnya.

Pembahasan

Pada penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan jerawat pada masyarakat. Jerawat adalah penyakit yang sangat kompleks dengan unsur pathogenesis melibatkan cacat pada epidermis keratinisasi, sekresi androgen, fungsi sebaceous, pertumbuhan bakteri, peradangan, dan imunitas. Jerawat umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri.Jerawat ini merupakan salah satu penyakit kulit yang dapat timbul akibat pengaruh iklim tropis. Lalu penulis disini juga membahas pengertian dari sistem pakar itu sendiri yaitu suatu sistem yang berusaha mengadopsi kemampuan pakar ke dalam suatu komputer sehingga kamputer seolah-olah mampu bekerja seperti layaknya seorang pakar dalam memecahkan suatu permasalahan dalam domain tertentu berdasarkan basis pengetahuan dan motor inferensi.
Lalu disini juga penulis membahas tentang pembuatan sistem pakar diagnosis penyakit jerawat. Namun disini hanya membahas 6 jenis dari penyakit jerawat saja disertai dengan 3 tingkatannya. Lalu juga disini penulis memaparkan langkah – langkah diagnosis penyakit jerawat  ini dengan baik. Dan untuk implementasi dari sistem pakar ini dibuat dalam bentuk web yang di desain sangat menarik dan juga pengelompokan halaman pada web disusun dengan baik. Namun pada bagian implementasi ini hanya menampilkan informasi gejala – gejala terhadap setiap jenis penyakit jerawat saja dan tidak memaparkan solusi apa yang harus kita lakukan dalam menanganinya dan hanya menampilkan perawatan secara umum saja.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya yaitu penelitian tentang sistem pakar diagnosis penyakit jerawat ini dibuat dengan metode Certainty Factor (CF) untuk mendapatkan hasil diagnosis yang sesuai dengan pengetahuan yang dihimpun dari seorang pakar yaitu dr. Anak Agung Ngurah Wandy Mastika. Sistem pakar ini memiliki 23 gejala dan mampu mendiagnosis 6 jenis penyakit jerawat di wajah serta 3 tingkat keparahan jerawat. Sistem Diagnosis Penyakit Jerawat di Wajah dengan Metode Cetainty Factor. Lalu implementasi dari sistem pakar ini berbasis web dengan penyusunannya sudah cukup baik namun pada web ini pada saat memaparkan hasil diagnosis tidak memaparkan solusi yang harus dilakukan dan hanya memaparkan perawatan secara umum saja.

Saran

Jadi dari kesimpulan diatas, dapat disarankan bagi penulis untuk menambahkan lebih banyak lagi jenis penyakit jerawat dan juga disertai gejala yang lebih unik dari masing – masing jenis tersebut untuk menghindari kesalahan diagnosis dalam sistem pakar. Selain itu juga diharapkan dapat memaparkan solusi bagi setiap jenis penyakit jerawat tersebut. Dan untuk pembaca juga diharapkan untuk tetap dapat menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih jelas lagi tentang penyakit jerawat.

Daftar Pustaka

Aryani, K. A, Divayana, D. G. H.,Wirawan I. M. A.(2017). Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Jerawat di Wajah dengan Metode Certainty Factor.6.96-106.


0

Sistem Pakar

Berikut ini adalah pembelajaran tentang Sistem Pakar yang berisi :

1. Pengertian sistem pakar
2. Tujuan sistem pakar
3. Manfaat sistem pakar
4. Penerapan sistem pakar di berbagai bidang
5. Kesimpulan


Semuanya dapat dilihat pada video di link berikut : 



Sumber :

https://www.kajianpustaka.com/2016/10/pengertian-tujuan-dan-struktur-sistem-pakar.html

https://dosenit.com/kuliah-it/sistem-informasi/pengertian-sistem-pakar

https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar

https://www.google.co.id/amp/s/naynaimah.wordpress.com/2013/12/29/contoh-sistem-pakar-dan-penerapannya/amp/
0

Teknologi Sistem Cerdas dan Artificial Intelligence

berikut ini adalah pembelajaran tentang Teknologi Sistem Cerdas dan Artificial Intelligence antara lain :
1. Pengertian Teknologi Sistem Cerdas
2. Pengertian Artificial Intelligence
3. Perbedaan Kecerdasan Alami dan Kecerdasan Buatan
4. Sejarah dibuatnya AI
5. Contoh - Contoh Sistem Cerdas
6. Kesimpulan

Untuk lebih lengkapnya bisa di lihat di video pada link berikut :



Daftar Pustaka
https://www.igi-global.com/dictionary/intelligent-system/15045
https://dosenit.com/kuliah-it/teknologi-informasi/pengertian-teknologi-menurut-para-ahli
https://pendidikanmu.com/2015/04/pengertian-kecerdasan-buatan-menurut-para-ahli.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan
https://www.livescience.com/49007-history-of-artificial-intelligence.html
http://abduladjisnasamalik.blogspot.com/2016/11/mengenal-3-contoh-sistem-cerdas-dalam.html
http://ifindri03.blogspot.com/2016/11/3-contoh-sistem-cerdas.html




0

Review Film Ex Machina


Dari film Ex Machina yang saya sudah tonton, AI sebenarnya sangat berguna untuk manusia dalam mengerjakan tuganya agar lebih mudah.  Karena AI pun dapat berkembang terus dan bisa saja kecerdasannya ini melebihi manusia. 
Namun dengan adanya AI ini, kita juga tidak boleh lalai. Karena jika kita terlalu menggantungkan diri kita pada teknologi, AI tersebut bisa saja menjadi diluar ekspektasi kita dengan kecerdasaannya yang mampu mempelajari hal baru.  Bahkan bisa juga nanti AI ini yang menguasai manusia.

0

MANAJEMEN KATALOG PELAYANAN ( SERVICE KATALOGUE MANAGEMENT)


PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP

Manajemen katalog layanan menyediakan dasar untuk manajemen layanan TI yang berfokus pada pelanggan, yang membantu memastikan bahwa penawaran layanan TI selaras dengan kebutuhan bisnis. Hal ini dilakukan dengan memberikan informasi yang jelas dan konsisten mengenai layanan dalam bahasa yang akan dimengerti oleh pelanggan dan dalam format yang ingin digunakan oleh pelanggan, sehingga memungkinkan dialog konstruktif tentang layanan TI di mana semua pihak memiliki pemahaman bersama tentang apa yang sedang dibicarakan. Layanan manajemen katalog, melalui produksi dan pemeliharaan katalog layanan teknis, menyediakan sumber informasi teknis yang memungkinkan penyedia layanan TI untuk mengelola layanan secara lebih efektif.
Informasi dalam katalog layanan memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pengiriman layanan TI berdampak pada bisnis serta risiko dan kerentanan yang perlu dikelola oleh penyedia layanan TI. Ini menyediakan manajemen tingkat layanan dengan sumber informasi untuk pelaporan kepada pelanggan kinerja, biaya dan masalah layanan lainnya dan memberikan manajemen pemasok dengan dasar yang kuat untuk negosiasi kontrak dengan pemasok. Mengintegrasikan katalog layanan dengan database manajemen konfigurasi (CMDB) menyediakan mekanisme untuk menghubungkan aspek penyediaan layanan yang berorientasi ke luar, berfokus pada bisnis dengan aspek internal yang berfokus secara teknis pada manajemen Pelayanan. Ketentuan dan pengelolaan katalog layanan itu sendiri merupakan layanan yang disampaikan oleh penyedia layanan TI, dan dengan demikian harus mencakup semua elemen layanan termasuk SLA antara TI dan pelanggan yang menggunakannya.
Secara umum, manajemen katalog layanan memiliki dua elemen:
• Desain awal dan pengembangan katalog layanan: konten dan strukturnya, hubungannya dengan sisa portofolio layanan, khususnya transfer layanan dari pipeline layanan, hubungan dengan database manajemen konfigurasi, proses, akuntabilitas dan tanggung jawab untuk menjaganya tetap terbaru, audit, dll.
• Manajemen berkelanjutan katalog layanan: mengelola informasi dalam katalog layanan untuk tetap up to date, lengkap dan akurat seiring perubahan lingkungan bisnis dan teknis, berkoordinasi dengan perubahan pada portofolio layanan lainnya dan database manajemen konfigurasi, mengelola ketersediaan, keamanan, dan kinerja.



MAKSUD DAN TUJUAN

Menjaga katalog layanan tetap terbaru, akurat, dan lengkap tidak terjadi secara kebetulan. Ini perlu dikelola. Di ITIL, tujuan dari proses manajemen katalog layanan adalah untuk memastikan bahwa katalog layanan terbaru dikembangkan dan dipelihara.
Tujuan manajemen katalog layanan adalah untuk membuat dan memelihara katalog layanan dari semua layanan yang saat ini disampaikan atau siap dikirimkan oleh penyedia layanan TI. Manajemen katalog layanan harus memastikan bahwa katalog layanan memenuhi fungsionalitas yang disepakati, kegunaan, aksesibilitas, ketersediaan, dan persyaratan kinerja semua orang yang perlu menggunakannya.
Tujuan manajemen katalog layanan adalah:
• untuk mengelola informasi dalam katalog layanan, memastikan keakuratannya dalam hal karakteristik layanan langsung dan mereka yang dipersiapkan untuk operasi langsung sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan;
• untuk memastikan bahwa katalog layanan dapat diakses dengan tepat oleh pengguna yang berwenang;
• untuk memastikan bahwa ketergantungan dan antarmuka layanan akurat dan mendukung penggunaan katalog layanan oleh proses manajemen layanan lainnya.




KEGIATAN UTAMA

Desain katalog layanan

Katalog layanan, bagian penting dari portofolio layanan, adalah sumber utama informasi tentang layanan yang disampaikan atau yang akan disampaikan oleh penyedia layanan TI.
karena ini adalah layanan pelanggan, katalog layanan harus menyertakan informasi yang penting dan menarik langsung kepada pelanggan. Ini akan mencakup informasi seperti:
• rincian layanan dan penawaran produk;
• ketersediaan;
• layanan dukungan;
• pengaturan dukungan;
• kebijakan utama;
• syarat dan ketentuan;
• Tingkatan Jasa Persetujuan;
• biaya dan harga;
• pemesanan dan pembatalan;
• rencana masa depan utama (misalnya di mana ada rencana yang ada untuk menghentikan, mengganti atau mengganti layanan).

Katalog layanan secara keseluruhan melayani dua tujuan. Pertama, ia memberikan informasi tentang layanan kepada pelanggan dari penyedia layanan TI dengan cara yang memungkinkan pelanggan untuk memahami dan membuat keputusan tentang layanan yang digunakan atau mungkin ingin digunakan. Kedua, ini adalah sumber informasi utama untuk penyedia layanan TI pada layanan yang ditawarkan kepada pelanggannya.

Katalog Layanan Bisnis

Sebagai sarana utama untuk komunikasi antara penyedia layanan TI dan pelanggannya, katalog layanan bisnis harus mudah digunakan seperti halnya katalog surat pesanan yang baik. Katalog layanan bisnis akan melayani tujuan terbaiknya jika memenuhi persyaratan pengguna, dan ini berarti terlibat dengan pengguna komunitas dalam pengumpulan dan desain kebutuhan. Jika layanan bisnis
katalog memang memenuhi kebutuhan pelanggan, mereka kemungkinan tidak akan menggunakannya.
Apa yang sering menjadi sumber kebingungan adalah bahwa apa yang dilihat pelanggan sebagai layanan tunggal kemungkinan besar dilihat oleh penyedia layanan TI sebagai campuran layanan, dengan layanan inti yang didukung oleh layanan pendukung (lihat Gambar 12.1).



Desain katalog layanan bisnis selalu menyeimbangkan antara terlalu banyak dan terlalu sedikit informasi. Terkadang ada kecenderungan untuk dimasukkan
informasi karena mungkin berguna. Poin utamanya adalah untuk mengingat siapa yang diharapkan untuk menggunakannya. Beberapa pelanggan mungkin memiliki waktu untuk membajak ratusan halaman detail halus, tetapi sebagian besar tidak akan memiliki waktu maupun kecenderungan untuk melakukannya. Jawabannya adalah singkat dan to the point, hindari jargon dan akronim dan bertujuan untuk kemudahan pemahaman daripada mencoba untuk mengesankan pelanggan dengan kecemerlangan teknis.

Katalog Layanan Teknis

Bagian dari katalog layanan ini berisi detail layanan dari sebuah Perspektif TI, termasuk deskripsi layanan dalam istilah TI bersama dengan rincian komponen kunci atau item konfigurasi (CI) yang membentuk layanan dan hubungan di antara mereka.
Seperti halnya katalog layanan bisnis, mudah untuk memasukkan terlalu banyak hal detail pada katalog layanan teknis. Poin penting dalam desainnya adalah untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana katalog layanan teknis akan digunakan, mengingat bahwa lebih banyak informasi pada umumnya berarti pemeliharaan dan biaya manajemen yang lebih tinggi.
Mendata semua staf teknis yang mendukung layanan mungkin memiliki beberapa manfaat, tetapi orang-orang datang dan pergi, mengubah peran, dipromosikan, dan sebagainya, dan detail semacam ini dengan mudah menjadi ketinggalan zaman.

HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

Manajemen portofolio layanan

Katalog layanan adalah bagian dari portofolio layanan yang berisi informasi tentang layanan yang saat ini disampaikan oleh penyedia layanan TI atau siap untuk beralih ke transisi ke operasi langsung. Dengan kata lain, mereka adalah layanan di
tahap dalam siklus hidup layanan mereka di mana mereka akan menjadi minat langsung kepada pelanggan.
Manajemen katalog layanan dan manajemen portofolio layanan harus berfungsi bersama-sama untuk menyetujui kapan dan bagaimana layanan dalam jaringan layanan akan ditransfer ke katalog layanan. Ini memerlukan pemantauan status layanan melalui desain layanan untuk siap memperbarui katalog layanan ketika layanan siap untuk transisi ke operasi langsung

Pengelolaan aset dan konfigurasi layanan

Dalam organisasi dengan database manajemen konfigurasi yang komprehensif (CMDB), semua bagian dari katalog layanan harus menjadi bagian terintegrasi dari CMDB, yang sebaliknya akan menyimpan informasi duplikat pada CI dan hubungan yang sudah ada dalam katalog layanan. Jika layanan masing-masing didefinisikan sebagai CI, sebagai bagian dari hirarki layanan, adalah mungkin untuk menghubungkan insiden dan perubahan pada layanan yang terpengaruh. Ini juga menyediakan informasi untuk kapasitas dan manajemen ketersediaan dan membantu manajemen kontinuitas layanan melakukan analisis dampak bisnis. Ini juga menyediakan dasar untuk pemantauan dan pelaporan layanan.

Manajemen Keuangan

Katalog layanan menyediakan manajemen keuangan dengan informasi tersebut
diperlukan pada permintaan layanan untuk pemodelan, pengambilan keputusan dan kontrol. Hal ini tidak hanya memungkinkan penganggaran dan perencanaan yang lebih baik, tetapi juga mendukung pembandingan komparatif terhadap penyedia lain.
Harus diingat bahwa pelanggan mengharapkan bahwa semua layanan dalam katalog layanan bisnis tersedia untuk digunakan dan begitu, begitu layanan telah pindah ke katalog layanan, itu harus tersedia bagi pelanggan yang memintanya.
Manajemen keuangan memiliki peran yang jelas dalam kegiatan ini.

Manajemen Hubungan Bisnis

Proses manajemen hubungan bisnis mendefinisikan hubungan layanan-ke-pelanggan dan bagaimana layanan tersebut memenuhi kebutuhan pelanggan.
Manajemen tingkat layanan
Manajemen tingkat layanan memberikan rincian tingkat jaminan layanan untuk dimasukkan dalam katalog layanan.
Peran
Tanggung jawab manajer katalog layanan termasuk memastikan bahwa:
• semua layanan dalam operasi dan layanan baru yang beralih ke transisi dicatat dengan benar dalam katalog layanan;
• layanan yang sudah pensiun dihapus dari katalog layanan pada waktu yang tepat;
• Katalog layanan dipertahankan agar akurat, lengkap, dan terbaru;
• katalog layanan terus melayani kebutuhan mereka yang perlu menggunakannya.




Daftar Pustaka : Brewster, Ernest, Richard Griffiths, Aidan Lawes dan John Sansbury. 2012. IT Service Management. Chippenham : BCS